kalian pernah ngerasa kalo selama ini kalian cuma lari ditempat tanpa tahu dimana letak garis finish kalian?
apa yang kalian dapet? rasa lelah? itu udah pasti. jika diibaratkan seorang pelari maraton, astafet atau sejenisnya kalian udah dipastikan kalah dari sang rival. nah, disini gue gak mau ngebahasa perandaian sebagai pelari tadi tapi disini, kita sebagai manusia yang punya tujuan, harapan dan mimpi.
manusia itu gak akan berjalan hidupnya tanpa tujuan. sebrutal-brutalnya anak metal yang suka mental-mental kalo lagi mossing atau apalah itu.. kalo ditanya tujuan hidup masing-masing dari mereka pasti punya tujuan yang berbeda. dari mulai ke kampung melayu, cipinang, kampung rambutan sampai grogol. nyahahaha yaps itu barusan mungkin rute busway.
oke, kita semua punya 1 tujuan disetiap harapan dan mimpi kita. tapi.. apa iya kita bisa terus berjalan, berlari atau bahkan merangkak untuk meraih tujuan hidup kita? seperti yang kita tahu gak semua jalan menuju roma itu mulus semulus ketiak katy perry. contohnya gue. gue punya banyak harapan, mimpi, cita-cita dengan 1 tujuan hidup yaitu bahagia. "emang selama lo hidup lo gak bahagia nin?" bahagia dong.. jelas gue bahagia. gue punya keluarga yang utuh, banyak teman, banyak sahabat dan tentu saja tidak banyak pacar :))) "terus.. bahagia kaya gimana yang lo maksud?" bahagia yang gue maksud itu bukan sekedar punya keluarga utuh, banyak sahabat atau banyak teman aja.. bahagia itu luas definisinya. kalo gue berandai akan bahagia tanpa punya masalah dalam hidup, itu namanya gue bodoh. manusia gak akan bisa merasa bahagia tanpa merasa terluka lebih dulu. lewat masalah inilah luka kita diasah hingga runcing dan menghasilkan kebahagian.
beberapa tahun belakangan ini, gak jarang gue suka ngerasa hidup gue ibarat pelari yang hanya lari ditempat. gak tahu dimana letak garis finish. mau balik ke garis start pun gak mungkin. kebayangkan berapa banyak waktu yang gue buang kalo gue terus menerus DIAM. lelah ku dapat, tujuan ku hambat. masih belum nemu ilham supaya gue bisa nemuin garis finish. gue rasa lingkungan udah cukup mendukung gue buat terus lari. dengan memasuki dunia baru sebagai mahasiswi ternyata gak cukup menolong gue. entah dimana titik yang bikin gue selalu lari ditempat. aktif organisasi kampus pun gue coba.. meskipun hasilnya belum terlihat 100% rasanya cara ini pun belum bisa menarik gue buat terus terus dan terus berlari untill i know where's my finish line.
cerita ini mungkin gak punya akhir kalo gue gak berhasil nemuin garis akhri gue :)
WELCOME TO THE ABSTRACT WORLD *drumroll*
Selasa, 25 Desember 2012
Senin, 03 Desember 2012
i couldn't blame the destiny
brothers..
aku seorang anak bungsu perempuan yang mempunya 1 keinginan sederhana namun tau bahwa keinginan yang sederhana itu tidak akan bisa ia raih. memiliki seorang kakak laki-laki. just a simple as like that but impossible.
mereka sudah terkandung dan terlahir lebih dulu dari rahim mamaku.. namun Tuhan memiliki rencana lain. 2 kali kami (keluarga kecilku) kehilangan sosok anak laki-laki. aku tak pernah tau seperti apa hancurnya hati kedua orangtuaku saat menghadapi goresan rencana yang Tuhan ciptakan itu.. goresan kenyataan yang mungkin meninggalkan bekas luka permanen dihati papa dan mamaku. kehilangan 2 malaikat kecil yang mereka harapkan dapat menjadi prajurit pelindung dihari tua mereka nanti, kehilangan 2 malaikat kecil yang mereka harapkan dapat menjadi pasukan panglima berkuda putih yang dapat melindungi adik perempuannya dan kehilangan 2 malaikat kecil yang mereka harapkan dapat mengangkat derajat mereka suatu saat nanti.
aku tidak pernah melihat papa dan mamaku meneteskan airmata ketika aku dan kakak perempuanku meminta mereka untuk meceritakan seperti apa sosok mungil kedua kakak laki-lakiku yang kini telah berada disisi Tuhan.. yang kulihat justru senyuman dari keduanya. namun aku tau, dibalik senyuman itu.. papa dan mama selalu meneteskan airmatanya ketika mereka menyebutkan nama anak laki-lakinya dalam doa.
mama selalu bilang "kakak laki-lakimu telah menjadi tabungan untuk mama dan papa ketika kami sudah tiada nanti.. mereka yang akan membawa mama dan papa menuju surga-nya Allah. karna doa dari seorang anak laki-laki untuk kedua orangtuanya lebih dengar oleh Allah"
Tuhan..
mungkin aku memang terlahir sesudah mereka.. wajah mereka hanya bisa ku lihat dalam sebuah foto. bahkan untuk meminta mereka kembalipun rasanya sangat mustahil. satu permintaanku, Tuhan.. biarkan kedua malaikat kecil mama papa menjaga kami semua walaupun jauh dari alam sana. terutama biarkan mereka menjaga mama papa. aku yakin.. jarak atau berbeda alam sekalipuntidak menjadi penghalang untuk saling melindungi apalagi melalui Engkau, yaitu dalam DOA.
aku seorang anak bungsu perempuan yang mempunya 1 keinginan sederhana namun tau bahwa keinginan yang sederhana itu tidak akan bisa ia raih. memiliki seorang kakak laki-laki. just a simple as like that but impossible.
mereka sudah terkandung dan terlahir lebih dulu dari rahim mamaku.. namun Tuhan memiliki rencana lain. 2 kali kami (keluarga kecilku) kehilangan sosok anak laki-laki. aku tak pernah tau seperti apa hancurnya hati kedua orangtuaku saat menghadapi goresan rencana yang Tuhan ciptakan itu.. goresan kenyataan yang mungkin meninggalkan bekas luka permanen dihati papa dan mamaku. kehilangan 2 malaikat kecil yang mereka harapkan dapat menjadi prajurit pelindung dihari tua mereka nanti, kehilangan 2 malaikat kecil yang mereka harapkan dapat menjadi pasukan panglima berkuda putih yang dapat melindungi adik perempuannya dan kehilangan 2 malaikat kecil yang mereka harapkan dapat mengangkat derajat mereka suatu saat nanti.
aku tidak pernah melihat papa dan mamaku meneteskan airmata ketika aku dan kakak perempuanku meminta mereka untuk meceritakan seperti apa sosok mungil kedua kakak laki-lakiku yang kini telah berada disisi Tuhan.. yang kulihat justru senyuman dari keduanya. namun aku tau, dibalik senyuman itu.. papa dan mama selalu meneteskan airmatanya ketika mereka menyebutkan nama anak laki-lakinya dalam doa.
mama selalu bilang "kakak laki-lakimu telah menjadi tabungan untuk mama dan papa ketika kami sudah tiada nanti.. mereka yang akan membawa mama dan papa menuju surga-nya Allah. karna doa dari seorang anak laki-laki untuk kedua orangtuanya lebih dengar oleh Allah"
Tuhan..
mungkin aku memang terlahir sesudah mereka.. wajah mereka hanya bisa ku lihat dalam sebuah foto. bahkan untuk meminta mereka kembalipun rasanya sangat mustahil. satu permintaanku, Tuhan.. biarkan kedua malaikat kecil mama papa menjaga kami semua walaupun jauh dari alam sana. terutama biarkan mereka menjaga mama papa. aku yakin.. jarak atau berbeda alam sekalipuntidak menjadi penghalang untuk saling melindungi apalagi melalui Engkau, yaitu dalam DOA.
*kemudian banjir airmata*
Kamis, 18 Oktober 2012
ketika aku bersimpu dihadapan Allah
selalu ada 1 doa sama yang selalu ku panjatkan
Ya Allah ,
tolong jaga dia untukku..
izinkan aku memeluknya dengan doa-doaku..
ingatkanlah selalu dirinya akan kewajiban agamanya..
sisipkanlah selalu kebahagiaan dalam hidupnya..
kirimkanlah malaikat-Mu untuk menjaganya..
dan terangkanlah selalu sisi kegelapan dalam hidupnya..
bagiku, tak perlu menjadi milikmu terlebih dulu untuk selalu mendoakanmu :’)
d _ _
Minggu, 07 Oktober 2012
Everything's Changed in the Minute
Kebahagian yang dirasakan berubah menjadi kesedihan dalam hutingan menit. Pernah ngeraisan hal yang serupa? Jujur, ini pahit banget. Lebih pahit dibanding lo harus minum obat puyer. Gue sebagai langganan pengkonsumsi obat puyer aja gak sanggup kalo harus ngalamin hal yang gini untuk ke 2 kalinya. "loh ko bisa langganan minum obat puyer?" Jelas aja, karna tenggorokan gue gak nelen obat tablet, lubangnya terlalu kecil kayaknya. (Loh ko malah bahas soal puyer?) Oke lanjuuut..
Yang namanya manusia, ketika ia mendapatkan kebahagiaan pasti maunya itu gak ada habisnya. Coba nih yaa.. ketika lo bahagia lagi kasmaran. Rasanya tuh lo maunya hidup lo stuck di situ aja. Siapa sih yang gak mau hidup selalu bahagia dengan hati berbunga-bunga? kecuali lo gila, itu udah beda cerita..
Tapi, suatu saat lo dihadapkan pada situasi dimana kebahagiaan lo itu hilang, berubah jadi banjir airmata dan cuma bantal guling yang lo siksa. Apa yang bakal lo perbuat? ya itu tadi.. Kalo cewe ujungnya nangis, kalo cowo ujungnya main kebut-kebutan (sinetron banget gak sihhhh?xoxo) Disini gue belom survey apa yang bakal cowo-cowo lakuin kalo hal ini terjadi sama diri mereka, jadi anggap aja itu aksi paling brutal yang mereka lakuin. uahaha
Balik ke tema awal. Rasanya kehilangan kebahagiaan secara tiba-tiba itu hampir mirip ketika lo lagi ngelamun hal indah tapi di kagetin (bukan ngelamun jorok ya!!). Buyaaaarrr semua. "contohnya apa sih nin?" Oke kita ambil contoh disini, anggep aja lo di putusin pacar lo secara tiba-tiba tanpa ada masalah sebelumnya bahkan ketika lo baru pulang abis nge-date sama doi. Bisa bayangin kaya apa rasanya?
Nah! buat yang bisa bayangin, mungkin sekarang kalian ngerti kenapa di awal tadi gue bilang rasanya itu lebih pahit ketimbang obat puyer. Buat yang gak bisa bayangin, coba malem minggu besok, setelah lo nge-date lo minta pacar ko mutusin lo. Saran yang baik bukan? (senyum peps*dent)
Buat beberapa cewe hal ini mungkin bisa jadi traumatic buat dia. Walaupun udah setahun dua tahun berlalu, ketika lo inget peristiwa ini, mungkin rasa sakitnya masih bisa lo rasain dengan sempurna. Gue disini cuma mau nyadarin aja. Buat kalian yang punya kesempatan besar untuk bikin orang lain kehilangan kebahagiaannya hanya dalam hitungan menit, coba deh berfikir seribu kali lagi.. karna siapapun pasti bisa ngerasain hal serupa sekalipun dia oran yang punya kesempatan terbesar itu. Karna kita semua menaruh kebahagiaan kita hanya pada 1 titik.
Yang namanya manusia, ketika ia mendapatkan kebahagiaan pasti maunya itu gak ada habisnya. Coba nih yaa.. ketika lo bahagia lagi kasmaran. Rasanya tuh lo maunya hidup lo stuck di situ aja. Siapa sih yang gak mau hidup selalu bahagia dengan hati berbunga-bunga? kecuali lo gila, itu udah beda cerita..
Tapi, suatu saat lo dihadapkan pada situasi dimana kebahagiaan lo itu hilang, berubah jadi banjir airmata dan cuma bantal guling yang lo siksa. Apa yang bakal lo perbuat? ya itu tadi.. Kalo cewe ujungnya nangis, kalo cowo ujungnya main kebut-kebutan (sinetron banget gak sihhhh?xoxo) Disini gue belom survey apa yang bakal cowo-cowo lakuin kalo hal ini terjadi sama diri mereka, jadi anggap aja itu aksi paling brutal yang mereka lakuin. uahaha
Balik ke tema awal. Rasanya kehilangan kebahagiaan secara tiba-tiba itu hampir mirip ketika lo lagi ngelamun hal indah tapi di kagetin (bukan ngelamun jorok ya!!). Buyaaaarrr semua. "contohnya apa sih nin?" Oke kita ambil contoh disini, anggep aja lo di putusin pacar lo secara tiba-tiba tanpa ada masalah sebelumnya bahkan ketika lo baru pulang abis nge-date sama doi. Bisa bayangin kaya apa rasanya?
Nah! buat yang bisa bayangin, mungkin sekarang kalian ngerti kenapa di awal tadi gue bilang rasanya itu lebih pahit ketimbang obat puyer. Buat yang gak bisa bayangin, coba malem minggu besok, setelah lo nge-date lo minta pacar ko mutusin lo. Saran yang baik bukan? (senyum peps*dent)
Buat beberapa cewe hal ini mungkin bisa jadi traumatic buat dia. Walaupun udah setahun dua tahun berlalu, ketika lo inget peristiwa ini, mungkin rasa sakitnya masih bisa lo rasain dengan sempurna. Gue disini cuma mau nyadarin aja. Buat kalian yang punya kesempatan besar untuk bikin orang lain kehilangan kebahagiaannya hanya dalam hitungan menit, coba deh berfikir seribu kali lagi.. karna siapapun pasti bisa ngerasain hal serupa sekalipun dia oran yang punya kesempatan terbesar itu. Karna kita semua menaruh kebahagiaan kita hanya pada 1 titik.
Seribu Kunang-Kunang
Fairy Tale
Kau tau seberapa terang cahaya seribu kunang-kunang?
Kau tau seberapa terang cahaya seribu kunang-kunang?
Apakah sama terangnya apabila salah satu darinya pergi?
Ada sebuah sungai kecil. Sebelumnya ia merasa sangat tak bersahabat oleh siapapun. Tetapi, semua berubah sejak seribu cahaya kunang-kunang menerangi keindahan dan keteduhannya. Dalam sejekap sangat terosot betapa indahnya sungai dan sekelilingnya.
sungai : "hai kunang-kunang, dari mana kau berasal? mengapa cahayamu begitu terang?"
kunang-kunang : "tempat yang jauh.. tak satupun orang mengetahuinya"
sungai : "lalu mengapa kau menyinariku?"
kunang-kunang : "mungkin kesendirianmu yang telah memanggilku, cahayaku yang terang takkan memberiakanmu merasa sendiri."
sungai : "bahkan.. kitapun tak saling kenal"
kunang-kunang : "apakah harus saling mengenal terlebih dahulu untuk berbagi?"
Semenjak hari itu sungai dan kunang-kunang berteman baik. Setiap hari mereka lalui bersama, saling berbagi satu sama lain. Namun, suatu hari salah satu dari seribu kunang-kunang itu pergi.. Cahaya yang dihasilkan dari 99 kunang-kunangpun tak seterang biasanya. Sungaipun mulai menyadari bahwa kebersamaannya dengan seribu kunang-kunang telah sedikit berbeda. Keindahannya pun ikut memudar
Entah kemana perginya si kunang-kunang yang satu itu.. Walaupun dengan jumlah yang banyak, 99 kunang-kunang yang lainnya pun turut merasakan apa yang dirasakan oleh sungai.
Dari petikan dongeng diatas, mungkin kita bisa belajar bahwa kebersamaan melebihi segalanya. Kehilangan 1 pelipur lara dapat menyebabkan lara hati yang cukup dalam. Aku kehilangan 1 pelipur laraku. Ia pergi jauh. Tak tau kapan akan kembali. Bertanya dengan waktu tak ada jawaban. Bertanya dengan rindu hal sama ku dapatkan. Pelipur lara ku sangat baik hati.. Ia tak pernah memandang siapapun untuk saling berbagi. Walau bukan ia satu-satunya pelipur laraku, namun ialah salah satu yang terbaik dari semua pelipur laraku yang terbaik. :')
Semenjak hari itu sungai dan kunang-kunang berteman baik. Setiap hari mereka lalui bersama, saling berbagi satu sama lain. Namun, suatu hari salah satu dari seribu kunang-kunang itu pergi.. Cahaya yang dihasilkan dari 99 kunang-kunangpun tak seterang biasanya. Sungaipun mulai menyadari bahwa kebersamaannya dengan seribu kunang-kunang telah sedikit berbeda. Keindahannya pun ikut memudar
Entah kemana perginya si kunang-kunang yang satu itu.. Walaupun dengan jumlah yang banyak, 99 kunang-kunang yang lainnya pun turut merasakan apa yang dirasakan oleh sungai.
Dari petikan dongeng diatas, mungkin kita bisa belajar bahwa kebersamaan melebihi segalanya. Kehilangan 1 pelipur lara dapat menyebabkan lara hati yang cukup dalam. Aku kehilangan 1 pelipur laraku. Ia pergi jauh. Tak tau kapan akan kembali. Bertanya dengan waktu tak ada jawaban. Bertanya dengan rindu hal sama ku dapatkan. Pelipur lara ku sangat baik hati.. Ia tak pernah memandang siapapun untuk saling berbagi. Walau bukan ia satu-satunya pelipur laraku, namun ialah salah satu yang terbaik dari semua pelipur laraku yang terbaik. :')
Minggu, 30 September 2012
Dipisahkan oleh cita-cita itu "mulia"
Seperti yang kita tahu, rasa kehilangan akan terasa sangat menusuk apabila kita telah kehilangan sesuatu yang berharga tanpa kita sadari terlebih dulu. Contohnya sahabat. Aku menempatkan para sahabat ku di ururtan ke 3, setelah Tuhan dan Keluarga. Mereka semualah yang sangat berperan penting dalam hidupku. Suatu hari, pernah ku baca : "butuh 10 orang pacar agar sebanding dengan 1orang sahabat sejati" oh.. that's right, really right.
Pernah denger gak sih istilahnya sahabat selingkuh? Enggak kan.. Kalo pacar selingkuh? Sering.... bahkan gak asing. Nah! itu dia kenapa sabahat itu lebih berharga dari 10 orang pacar sekaligus. Aku menemukan mereka (sahabatku) di masa SMA. Masa dimana sebagian besar isi otak kita cuma main, hura-hura, ngerumpi, ketawa-ketiwi etc. Rasanya kami ini sekelompok manusia yang paling bahagia dengan hidupnya yang penuh derita akan tugas dan guru killer disampingnya. Belum lagi terbebani dengan wejangan menakutkan dari para guru tentang Ujian Nasional yang akan kita hadapi. Aneh bukan? Derita yang membawa bahagia..? Ya, aneh memang tetapi itulah yang terjadi pada anak SMA umumnya.
Tidak jarang kami juga merasa jenuh dengan kegitan sehari-hari di sekolah yang itu-itu saja. Detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan pun berlalu. Sampailah dimana saatnya kami semua terpisahkan oleh cita-cita. Ya, kita harus melanjutkan perjalanan kami menuntut ilmu ditempat yang telah kami pilih. Kami berpencar. Berbeda kota bahkan berbeda pulau. Pada saat duduk dibangku sekolah, memilih kampus diluar kota memang sempat menjadi keinginan hati kami. Namun ketika kami sadar, memang tidak selamanya sahabat bisa terus saling bersama. That's happened. Kami semua memulai kehidupan dari awal.
Hidup itu bagaikan kita minum obat. Walaupun pahit tetap harus kita minum supaya bisa sembuh dari sakit. Sesulit apapun hidup tetap harus kita jalani sampai dimana suatu saat kita mati dan bahagia di alam sana nanti. Apapun bentuknya setiap kehilangan pastilah menyakitkan. Tapi percayalah tidak semua kehilangan berbuah pahit. Kehilangan para sahabat karna terpisahkan oleh cita-cita akan mempertemukan kita pada masa depan yang cerah. Kelak suatu saat nanti kita bertemu lagi dengan mereka sudah ada gelar sarjana di nama kami.
AminAllahhumaAmin..
Pernah denger gak sih istilahnya sahabat selingkuh? Enggak kan.. Kalo pacar selingkuh? Sering.... bahkan gak asing. Nah! itu dia kenapa sabahat itu lebih berharga dari 10 orang pacar sekaligus. Aku menemukan mereka (sahabatku) di masa SMA. Masa dimana sebagian besar isi otak kita cuma main, hura-hura, ngerumpi, ketawa-ketiwi etc. Rasanya kami ini sekelompok manusia yang paling bahagia dengan hidupnya yang penuh derita akan tugas dan guru killer disampingnya. Belum lagi terbebani dengan wejangan menakutkan dari para guru tentang Ujian Nasional yang akan kita hadapi. Aneh bukan? Derita yang membawa bahagia..? Ya, aneh memang tetapi itulah yang terjadi pada anak SMA umumnya.
Tidak jarang kami juga merasa jenuh dengan kegitan sehari-hari di sekolah yang itu-itu saja. Detik, menit, jam, hari, minggu dan bulan pun berlalu. Sampailah dimana saatnya kami semua terpisahkan oleh cita-cita. Ya, kita harus melanjutkan perjalanan kami menuntut ilmu ditempat yang telah kami pilih. Kami berpencar. Berbeda kota bahkan berbeda pulau. Pada saat duduk dibangku sekolah, memilih kampus diluar kota memang sempat menjadi keinginan hati kami. Namun ketika kami sadar, memang tidak selamanya sahabat bisa terus saling bersama. That's happened. Kami semua memulai kehidupan dari awal.
Hidup itu bagaikan kita minum obat. Walaupun pahit tetap harus kita minum supaya bisa sembuh dari sakit. Sesulit apapun hidup tetap harus kita jalani sampai dimana suatu saat kita mati dan bahagia di alam sana nanti. Apapun bentuknya setiap kehilangan pastilah menyakitkan. Tapi percayalah tidak semua kehilangan berbuah pahit. Kehilangan para sahabat karna terpisahkan oleh cita-cita akan mempertemukan kita pada masa depan yang cerah. Kelak suatu saat nanti kita bertemu lagi dengan mereka sudah ada gelar sarjana di nama kami.
AminAllahhumaAmin..
Langganan:
Postingan (Atom)
